Tips Mengangkut Hewan Ternak Antar Kota

Perkembangan ekonomi di suatu kota menjadikan adanya pasokan ke bahan ke kota tersebut terasuk pasokan hewan ternak. Seperti halnya adanya jasa aqiqah di Jakarta, maka pasokan kambing ke Jakarta juga tinggi. Hal yang di perhatikan pada saat memasok hewan ternak ke kota lain adalah masalah transportasi. Di bawah ini ada beberapa tips mengangkut hewan ternak yang bisa anda jadikan referensi .

Pekerja menurunkan muatan sapi impor dari Kapal Galloway Express Australia ke dalam truk pengangkut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (9/6). Sebanyak 3.876 ekor sapi tersebut merupakan bagian dari program impor daging sapi yang diharapkan bisa menurunkan harga daging sapi hingga di bawah Rp 80.000/kilogram. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww/16.

1. Perhatikan Kondisi Hewan

Ternak sebelum di kirim ke kota lain harus melewati cek kesehatan. Pemeriksaan yang di lakukan antara lain melihat performa seluruh tubuh, pemeriksaan mata, mulut, anus, kecacatan, suhu tubuh dan lain-lain. Kemudian pemeriksaan Laboratorium, hal ini bertujuan agar mengetahui apakah ternak memiliki penyakit bawaan.

Tujuan utama dari pemeriksaan kesehatan ini adalah untuk menghindari penularan penyakit ke lokasi tujuan. Apabila dinyatakan positif sakit, sebaiknya ternak tidak dibawa karena berakibat akan memperburuk kondisi ternak tersebut etika dalam perjalanan dan hal paling buruk adalah beresiko menularkan penyakit terhadap ternak lainnya.

2. Persiapkan Dokumen

Dokumen saat sebelum memngangkut ternak harus beres agar tidak ada gangguan dalam perjalanan akibat ketidak lengkapan dokumen administrasi. Dokumen yang harus dipersiapkan adalah surat jalan ternak dan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Jika pengiriman ke luar pulau harus menyiapkan dokumen dari karantina hewan.

Sertifikat kesehatan hewan yang diterbitkan oleh dokter hewan karantina juga perlu disiapkan, dokumen tentang surat rekomendasi pemasukan dari daerah tujuan dan surat rekomendasi pengeluaran dari daerah asal ternak. Biasanya yang mengeluarkan surat keterangan tersebut adalah Dinas yang membidangi peternakan. Kemudian surat izin pemasukan hewan dan surat izin pengeluaran hewan dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu. Seluruh dokumen ini dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina.

3. Ternak Selalu Di Pantau Selama Perjalanan

Pastikan selalu mengecek knondisi ternak selama perjalanan. Pastikan keadaan ternak baik-baik saja, karena saat perjalanan ternak rentan mengalami stres karena kondisi berdesak-desakan ataui karena bunyi bunyian yang membuat ternak menjadi stres. Hal lain yang diperhatikan adalah, ternak dalam kondisi berdiri, terutama hewan ternak besar seperti sapi, kerbau atau kuda. Jangan sampai ada hewan yang terduduk karena bisa terluka terinjak ternak lainnya. Selain itu pastikan tidak ada tali yang bisa menjerat ternak, atau baranglain yang dapat mengganggu posisi hewan ternak.

4. Kendaraan Harus Tenang

Bawa kendaraan pengangkutan ternak dengan tenang. Berkendar di jalan tol mungkin akan membuat hewan ternak nyaman karena efek goyangan sedikit. Namun hal lain yang menjadikan hewan ternak stres perlu diwaspadai. Akan lebih baik lagi jika menggunakan jasa sopir yang telah berpengalaman membawa hewan ternak jarak jauh seperti pengiriman antar kota atau antar pulau.

5. Menggunakan Kendaraan Yang Sehat dan Tepat

Kendaraan yang mengangkut ternak kondisinya harus baik, agar selama perjalanan tidak menemukan kendala akibat kerusakan kendaraan. Bak mobil harus didesain sebaik mungkin, senyaman mungkin dan menjadikan ternak tidak bisa melompat keluar dari bak. Lantai kendaraan yang licin dan berlubang dapat mengakibatkan ternak mudah jatuh yang bisa beresiko patah kaki, terinjak-injak ternak lain dan lumpuh bahkan mati. Karena itu pastikan lantai kendaraan aman. Bisa juga di tambahkan alas berupa sekam atau jerami.

6. Perhatikan Keadaan Tempat Hewan Ternak

Jumlah ternak yang akan dibawa harus sesuai dengan kapasitas tampung, tidak boleh memaksakan ternak yang lebih banyak karena akan menjadikan hewan ternak stres. Selama ternak dalam perjalanan harus memperhatikan kesejahteraan hewan (kesrawan), perlakuan ini agar tidak menambah stress pada ternak selama perjalanan. Pakan dan minum harus disiapkan sesuai kebutuhan selama perjalanan. Pemberian pakan dan minum bisa dilakukan disaat kendaraan istirahat. Pakan yang disiapkan adalah pakan yang tidak cepat busuk dan cukup selama perjalanan.

Itulah beberapa tips mengangkut hewan ternak antar kota ataupun antar pulau. Dengan melaksanakan apa yang ada di dalam petunjuk di atas maka pelaksanaan pengiriman hewan ternak ke kota lain akan menjadi lancar. Selain itu hewan yang dikirim akan sehat dan tidak ada masalah. Semog artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel kami lainnya tentang tips mengorganisir barang bawaan pada mobil.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.