Semakin ruwetnya lalu lintas di berbagai jalan raya di Indonesia menjadikan pemerintah melalui Dinas Perhubungan memasang sistem ATCS. Sistem ATCS secara sederhana dimaknai dengan sistem kendali lalu lintas kendaraan yang merupakan kepanjangan dari Area Traffic Control System. Sistem ini bekerja dengan melakukan pengendalian lalu lintas dengan menyelaraskan waktu lampu merah pada jaringan jalan raya dalam sebuah kota.
Penggunaan ATCS biasanya untuk mengatasi masalah lalu lintas yang dikarenakan penggunaan waktu tunnggu lampu pengatur lalu lintas yang tidak sinkron dengan lampu pengatur lalu lintas lainnya. Biasanya setelah sistem berhasil melancarkan arus di satu titik persimpangan, akan tetapi arus yang keluar dari titik tersebut justru membuat kemacetan di titik persimpangan yang lain. Hal itulah yang akan diatasi oleh sistem ATCS.

ATCS adalah sebuah sistem pengaturan lalu lintas bersinyal terkoordinasi yang diatur mencakup satu wilayah secara terpusat, sehingga untuk hasil yang lebih efektif penggunaan ATCS memang sebaiknya di semua persimpangan jalan raya. Hal ini dikarenakan ATCS mampu melakukan rekayasa lalu lintas yang mengkoordinasikan semua titik-titik persimpangan bersinyal melalui pusat kontrol ATCS.
Karena itulah pada sistem ATCS dibutuhkan beberap paperangkat yang memiliki fungsi masing-masing yang nantinya bisa di koordinasikan dengan yang lain. Inilah beberapa perangkat ATCS yang biasanya digunakan di sebuah kota.
1. Lampu APILL
Setiap sistem pengaturan lalu lintas yang menggunakan ATCS pasti menggunakan lampu APILL, namun keberadaan lampu APILL belum tentu sistem yang digunakan adalah ATCS. Lampu APILL atau alat pengatur lalu lintas, digunakan untuk mengatur arus lalu lintas. Jenis lampu dengan tiga warna tersebut merupakan standar internasional.
Pada lampu APILL generasi saat ini telah dilengkapi oleh timer, karenanya pengendara bisa memperkirakan waktu tunggu yang akan di jalaninya sehingga pengendara bisa bersiap-sia apabila waktu tunggu telah habis. Semua sudah faham bahwa lampu ini menjadi alat pengatur agar tidak terjadi kekacauan ketika kendaraan bertemu di persimpangan.
2. Kamera CCTV
Pada umumnya kamera CCTV digunakan sebagai kamera pemantau kejahatan, namun sebenarnya dengan kamera CCTV, suatu lalu lintas di jalan raya bisa dianalisa. Dengan kamera CCTV yang dipasang di persimpangan jalan. Pusat control ATCS mempu menganalisa tingkat kepadatan kendaraan.
Dengan demikian, pusat kontrol bisa mengetahui, mana saja yang potensial atau sudah terjadi kemacetan sehingga mereka bisa bertindak untuk mengurai kemacetan tersebut. Selain itu kamera CTV bisa berguna ketika terjadii insiden kecelakaan, sehingga petugas bisa menganalisa penyebab insiden kecelakaan.
4. Jaringan
Karena ATS adalah sistem terpusat, maka untuk menghubungkan antara perangkat satu dengan lainnya dan dapat dikontrol dari pusat diperlukan jaringan. Seperti halnya CCTV online, ATCS biasanya juga menggunakan jaringan internet. Apalagi saat ini jaringan internet sudah masuk di berbagai kota dan memiliki kualitas kecepatan yang bagus, penggunaan internet memang langkah terbaik.
5. Speaker Voice Announcer
Speaker ini memiliki fungsi untuk memberikan peringata kepada pengguna jalan yang melanggar. Selain itu memberikan panduan kepada pengguna jalan yang terjebak kemacetan. Karena peringatan ini didengar oleh masyarakat umum dan disiarkan disetiap persimpangan, maka penyiar pada pusat kontrol harus benar-benar orang yang mampu berkomunikasi dengan baik. Melakukan hiring tenaga kerja lulusan sekolah broadcasting atau sekolah komunikasi bisa menjadi pilihan terbaik.
6. Software sistem ATCS
Pengaturan jalannya sistem ATCS ini tentu tidak bisa di lakukan dengan manual. Harus ada sistem yang bekerja otomatis. Pengaturan manual bisa dilakukan ketika kondisi tertentu saja. Karena itulah dibutuhkan perangkat lunak ATCS yang bisa mengatur lalu lintas secara autopilot. Dengan demikian, sumber daya yang digunakan tidak terlalu banyak untuk pengendalian lalu lintas.
7. Pusat Control
Pusat kontrol diperlukan untuk pemantauan secara live dan juga ketika pengaturan secara manual diperlukan. Petugas bisa mengatur lampu lalu lintas tidak seperti biasanya jika ada kendaraan prioritas sedang melintas seperti ambulan, atau ketika kendaraan khusus melintas seperti dump truk raksasa yang biasanya dipakai dipertambangan.

Petugas yang memberikan peringatan melalui voice announcer juga berada pada pusat kontrol. Dengan berada di pusat kontrol, petugas bisa memantau secara langsung semua persimpangan jalan yang berada dalam suatu kota. Dengan demikian, lalu lintas pada suatu kota tersebut dapat dipantau dan diatur dengan mudah.