Tips Membersihkan Bus Untuk Mencegah Penyebaran Corona

Bus wisata adalah pilihan transport yang paling sering digunakan. Bus antar provinsi seolah menjadi kebutuhan yang paling dapat dijangkau untuk transport luar daerah dan berwisata. Nah, ditengah kondisi pandemi, bagaimana menjaga kebersihan bus agar dapat steril sebagai bagian dari upaya untuk mencegah virus corona?

Menjaga Kebersihan Bus Untuk Mencegah Virus Corona

Meskipun sempat terhenti, namun jalur transportasi seperti sewa bus wisata dan moda transport darat lainnya mau tidak mau harus diusahakan tetap berjalan. Namun untuk mencegah penyebaran virus corona, perlu ada upaya sterilisasi dan prosedur kesehatan. Nah, bagaimana menjaga kebersihan bus untuk mencegah penyebaran virus corona?

1. Menggunakan Disinfektan

Disinfektan adalah cara untuk membersihkan seluruh permukaan benda dari berbagai bakteri dan virus oleh WHO. Namun tata cara penggunaannya serta kandungan disinfektan yang digunakan juga perlu diperhatikan. Apalagi bagian interior bus tidak sama dengan permukaan benda di lingkungan lainnya.

Dari seluruh bagian interior yang perlu dijaga kebersihannya sebagaimana penjelasan sebelumnya, perlu diperhatikan apakah penggunaan disinfektan dan mempengaruhi interior bus tersebut. Karena interior tertentu pada bus lebih rentan.

Disinfektan Bus, sumber Detik News
Disinfektan Bus, sumber Detik News

Cara memeriksa apakah disinfektan aman digunakan untuk bagian interior bus adalah dengan memeriksa kandungan disinfektannya. Yang menjadikan disinfektan ampuh dalam membersihkan kuman dan virus adalah alkohol. Nah, bertanyalah kepada montir atau ahli otomotif untuk komposisi alkohol yang aman jika disemprotkan pada bagian interior bus.

Selain itu adalah mempertimbangkan pengguna bus. Disinfektan memiliki pengaruh yang lumayan lama dari sisi sentuhan dan bau. Sehingga, saat digunakan pada bus, disinfektan memerlukan waktu hingga benar-benar hilang. Sebelum disinfektan hilang, apabila pengguna bus adalah bayi dan anak-anak tentu menjadi tidak aman. Jadi, secara keseluruhan, penggunaan disinfektan pada interior bus memang perlu diperhatikan agar tetap aman.

2. Menggunakan Ozon

Ozon adalah alternatif lainnya untuk mensterilkan interior bus yang disarankan oleh montir. Namun ozon bukanlah cairan, melainkan gas. Sehingga, penggunaan ozon memang harus dipandu oleh orang yang berpengalaman dan memahami caranya dengan baik.

Dibandingkan disinfektan, ozon dipercaya lebih efisien dalam membunuh virus dan bakteri pada interior mobil. Selain itu, ozon bisa menghilangkan bau tidak sedap dengan efek yang lebih permanen dibandingkan dengan air freshener. Namun perlu diperhatikan efeknya jika dihirup oleh pengguna kendaraan.

Sehingga saran dari kami, penggunaan ozon ini memang harus dipandu oleh orang yang memiliki kemampuan. Tanyakanlah pada montir atau bengkel langganan Anda mengenai hal ini. Sehingga tetap aman dan melindungi pengguna kendaraan.

Tips Aman Berwisata Menggunakan Bus

Bagi Anda yang harus menggunakan bus antar provinsi karena perlu mengunjungi atau perlu kembali ke kampung halaman, maka perlu penjagaan ketat dan pelaksanaan protokol kesehatan dengan baik. Karena bus dengan ruangan dan jarak antar penumpang bisa rentan untuk penyebaran penyakit. Bagaiamana langkah amannya?

1. Usahakan Untuk Tidak Perlu Berpergian

Tips yang pertama ini mungkin terkesan aneh. Namun, meskipun akan diterapkan new normal, langkah terbaik adalah untuk tidak berpergian terlebih dahulu. Karena new normal definisinya adalah membiasakan diri ditengah keberadaan virus yang sebenarnya masih eksis. Karenanya, jika tetap harus berpergian, laksanakanlah berbagai prosedur kesehatan dan keselamatan untuk mencegah penyebaran virus.

Agar tidak perlu berpergian, sebenarnya masih terdapat berbagai solusinya. Misalnya saja Anda perlu meeting keluar kota, Anda bisa melakukannya secara online. Sehingga saat ini solusi terbaiknya adalah tidak berpergian terlebih dahulu kecuali sangat mendesak.

2. Pastikan Kondisi Fisik

Selanjutnya adalah tips apabila ternyata berpergian menggunakan kendaraan bus tidak bisa dihindari. Yang perlu pertama kali dipersiapkan tentu saja kondisi fisik. Sehingga, jika ternyata sebelum berpergian kondisi fisik Anda sudah tidak sehat, tentu saja menjadi alasan tepat untuk Anda beristirahat di rumah sampai Anda kembali sehat.

Jika Anda cukup sehat, maka jagalah kesehatan Anda. Lakukan segala rutinitas yang dapat meningkatkan kekuatan imun seperti makan makanan bergizi, berolahraga dan hindari segala hal yang tidak menyehatkan seperti merokok dan lain-lain. Jadi, kesehatan adalah modal utama untuk dapat beraktivitas saat new normal termasuk berkendara.

3. Pakai Masker dan Jaga Jarak

Selanjutnya adalah menggunakan masker. Pastikan masker yang Anda gunakan cukup baik untuk mencegah penularan virus. Selain penggunaan masker, jaga jarak Anda dengan penumpang yang lain. Dalam hal ini, Anda mungkin dapat memastikan prosedur keberangkatan menggunakan bus kepada P.O. Bus. Jika ternyata padat penumpang, sebaiknya tidak mengikuti keberangkatan.

4. Pastikan Prosedur Kendaraan

Penerapan new normal ini dalam bentuk aturan. Sehingga moda transportasi biasanya juga harus menerapkan aturan yang berlaku. Hal-hal seperti kapasitas penumpang yang dibatasi, sterilisasi kendaraan dan lainnya harusnya sudah dipenuhi. Maka, jika Anda ingin membeli tiket bus, pastikan yang mengikuti prosedur dengan baik.

5. Bawa Syarat Administrasi

Yang terakhir adalah administrasi. Terdapat himbauan untuk melakukan tes kesehatan terlebih dahulu sebelum berpergian. Karenanya, ikuti tes tersebut dan jangan lupa untuk membawa bukti surat kesehatan agar perjalanan Anda lancar.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Simak terus berbagai informasi roda yang berisi ulasan otomotif yang bermanfaat. Berikan saran, pertanyaan dan kritik Anda di kolom komentar.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.