Transportasi Haji Indonesia dari Masa ke Masa

Ibadah Haji adalah pelaksanaan yang sudah dilakukan oleh penduduk Indonesia sejak penyebaran Islam di Jawa dan Sumatra sudah menyebar pesat. Karena ibadah ini memang salah satu yang menjadi rukun Islam. Namun sebagaimana yang kita ketahui, Haji adalah ibadah yang pelaksanaannya hanya dilakukan di kota Makkah yaitu di negara Arab Saudi.

Jarak antara Indonesia ke Arab Saudi tentu saja sangat jauh. Namun dengan keberadaan kemajuan teknologi transportasi, kita tidak perlu membayangkan waktu yang lama untuk bisa sampai ke sana namun perlu tips menabung biaya haji. Tetapi bagaimana dengan kakek dan nenek kita di masa awal keberangkatan haji? Nah, menarik untuk membahas transportasi haji sejak dulu termasuk informasi seputar haji.

Perjalanan Haji dari Indonesia

Haji Menggunakan Transport Kapal Laut, sumber : Dream

Sebelum mengetahui transportasinya, perlu dipahami terlebih dahulu bagaimana perjalanan haji yang dilakukan dari Indonesia ke Makkah. Setiap calon haji Indonesia, yang hendak menjalankan ibadah ke Tanah Suci, setidaknya dapat menempuhnya melalui dua cara.

Dilansir dari liputan6.com, cara pertama yaitu melalui pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama atau biasa dikenal dengan haji reguler. Cara kedua melalui swasta atau dalam hal ini PT Travel, yang biasa dikenal dengan istilah haji khusus atau ONH plus.

Namun, secara umum dalam penyelenggaraan ibadah, kedua cara tersebut tidak terdapat perbedaan berarti. Hanyalah besaran biaya, jumlah antrean nomor porsi, fasilitas, dan pelayanan bimbingan ibadah yang membedakan keduanya. Sementara itu, rute perjalanan dan ritual ibadah tetaplah sama dan keduanya memiliki dua rute perjalanan. Pada haji reguler dikenal dengan istilah gelombang pertama dan gelombang kedua.

Perbedaan rute dan ritual perjalanan ibadah haji dari kedua gelombang tersebut seperti berikut:

1. Gelombang satu

Jemaah haji Indonesia tiba di Makkah dari Madinah terlebih dahulu yang sebelumnya mengenakan pakaian ihram dari Miqat. Kemudian menjalankan ibadah umrah dengan niat tamattu, barulah dapat mengisi waktu kosong dengan ziarah, mengikuti taklim, atau berbelanja.

Barulah jemaah memulai haji pada hari Tarwiyah atau 8 Dzulhijah. Keeesokan harinya, jemaah calon haji wukuf di Arafah pada tengah hari di tanggal 9 Dzulhijah yang kemudian Mabit di Mina dan melempar jumrah pada 10 hingga 12 atau 13 Dzulhijah.

Apabila ada calon haji yang terkena denda atau dam, maka harus segera membayar hadyu atau memotong kambing. Setelah itu barulah jemaah calon haji melaksanakan tawaf ifadhah dan tahalul serta tawaf wada sebelum keluar kota Makkah.

Setelah semua rukun dan wajib haji dilaksanakan, barulah jemaah haji gelombang satu berpindah ke Jeddah dan bersiap untuk kepulangan ke Tanah Air.

2. Gelombang dua

Jemaah haji Indonesia gelombang dua tiba dahulu di Jeddah sebelum ke Makkah yang telah mengenakan ihram dan miqat dari Yalamlam atau Qarnul Manazil. Kemudian menjalanan perjalanan ibadah haji sama dengan gelombang satu.

Yang membedakan adalah saat gelombang satu berpindah ke Jeddah untuk persiapan pulang ke Tanah Air, jemaah gelombang dua berpindah ke Madinah untuk beribadah di Masjid Nabawi.

Transportasi Perjalanan Haji

Pada masa awal Umat Muslim di Indonesia, perjalanan haji bukanlah aktivitas berpergian yang singkat karena bisa memakan waktu hingga 6 bulan. Biasanya Umat Muslim Indonesia pada waktu itu bukan hanya berangkat untuk melaksanakan haji dan umroh namun juga aktivitas lainnya seperti menuntut ilmu dan berdagang. Berbeda dengan sekarang yang perjalanan haji dan umroh bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Pesawat Haji, sumber Kompas

1. Kapal Dagang

Di masa paling awal perjalanan haji, yaitu dekade pertama pertumbuhan Islam melalui pulau Jawa dan Sumatera, jamaah haji Indonesia berangkat menggunakan kapal dagang. Kapal dagang ini memang terbiasa berjalanan di rute Indonesia – Arab Saudi, namun fungsinya adalah untuk perdagangan. Sehingga di masa awal, memang kebanyakan jamaah haji adalah kaum saudagar yang pekerjaan sehari-harinya berdangang serta para pelajar.

2. Kapal Hindia Belanda

Sebelum merdeka yaitu masa penjajahan Hindia Belanda, perjalanan haji mulai ketat. Pemerintah Hindia Belanda memberikan semacam aturan administrasi dan melakukan pembatasan sesuai kehendak mereka. Pemerintah Hindia Belanda juga menyediakan kapal khusus keberangkatan haji yang diduga untuk memantau para jamaah haji dari Indonesia.

3. Pesawat Terbang

Berbeda dengan kapal atau melalui transportasi laut lama waktu perjalanan haji menggunakan pesawat terbang sangat singkat. Jika menggunakan kapal memakan waktu hingga 6 bulan lamanya, menggunakan pesawat terbang bisa dalam waktu dibawah 24 jam perjalanan. Sehingga saat ini perjalanan haji memang lebih mudah dan nyaman.

Nah, itu dia ulasan seputar transportasi haji dari masa ke masa. Simak terus berbagai informasi menarik lainnya seputar transportasi bus dan otomotif di blog roda otomotif. Berikan komentar Anda ya!

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.