Jenis-Jenis Kendaraan Pengangkat Kayu

Pengangkutan kayu merupakan kegiatan pemindahan kayu dari tempat pengumpulan sementara di tepi hutan ke tempat pengolahan atau tempat pemasaran melalui jalan yang telah dipersiapkan secara optimal. Pengangkutan kayu bertujuan agar kayu dapat sampai di tempat tujuan pada waktu yang tepat secara kontinyu dengan biaya minimal (Elias, 1988).

Kegiatan pengangkutan kayu dimulai setelah kegiatan memuat kayu ke atas truk selesai dilakukan di tempat pengumpulan kayu sementara di tepi hutan ke tempat pengolahan kayu lebih lanjut atau ke TPK. Kegiatan pengangkutan kayu merupakan kegiatan yang menentukan karena biaya pengangkutan kayu merupakan bagian terbesar, yaitu sekitar 50-90% dari biaya pembalakan (Widarmana dan Oka, 1972 dalam Sianturi, 1981).

Pengangkutan kayu yang lazim dilakukan di hutan tanaman menggunakan truk dengan kapasitas 1030 ton. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya produktivitas angkutan truk adalah iklim, kondisi sosial ekonomi, kondisi hutan dan sistem angkutannya sendiri (Sianturi, 1981). Produktivitas pengangkutan kayu dari hutan ditentukan oleh jarak angkut, kecepatan rata-rata, muatan efektif, dan metode muat bongkar (Anonim, 1974).

Baca Juga : 5 Tips Membangun Garasi Bawah Tanah

Bila truk tidak melalui jalan umum maka muatan efektif ditentukan oleh keadaan jalan dan jenis truk yang digunakan. Kegiatan muat bongkar perlu diperhatikan juga karena keefektivan muat bongkar sangat mempengaruhi besar kecilnya biaya pengangkutan dari dan ke pabrik.

Beberapa faktor yang mempengaruhi cara dan teknik pengangkutan perlu diperhatikan, yaitu : letak dan topografi lapangan; geologi, keadaan tanah dan iklim; luas daerah yang akan dipanen; jumlah dan ukuran kayu; keadaan jalan; dan jarak dan biaya angkutan.

Pada dasarnya pengangkutan kayu yang dilakukan di hutan tanaman tidak jauh berbeda dengan di hutan alam. Namun demikian besarnya produktivitas pengangkutan kayu menggunakan truk di hutan tanaman belum tercatat.

Sebagai contoh, produktivitas pengangkutan kayu di hutan alam menggunakan truk merk Mercedes Benz dan merk Nissan masing-masing sebesar 784,09 m .km/jam dan 987,87 m .km/jam (Dulsalam dan Arifin S,1997).

Produktivitas truk merk Nissan semi trailer (280 HP), logging truk Berliet semi trailer (280 HP) dan Nissan (125 HP) yang digunakan untuk mengangkut kayu di hutan alam masing-masing sebesar 484,99 m .km/jam; 492,07 m .km/jam dan 292,07 m .km/jam (Sukanda, et al., 1989).

Sianturi dan Tinambunan (1985) menyatakan bahwa produktivitas truk semi trailer di Provinsi Jambi, Riau, Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan berkisar antara 265841 m .km/jam dengan rata-rata 493 m.km/jam, sedang produktivitas truk biasa di provinsi tersebut berkisar antara 91-361 m .km/jam dengan rata-rata 247 m .km/jam.

Baca Juga : Wuling Confero, Penantang Baru Pasar MPV Indonesia

Lima Jenis Truk Yang di Gunakan

Lima jenis truk yang digunakan adalah truk merk Mercedes Benz 2631, Volvo 380,
Mitsubishi PS120/135, Mitsubishi PS220/260 dan Hino PS260. Truk angkut tersebut sebagian besar bukan milik perusahaan tempat penelitian tetapi milik kontraktor (tempat penyewaan alat berat) dan perusahaan hanya menyewanya selama kegiatan pengangkutan kayu berlangsung. Oleh karena itu data spesifik truk, seperti tahun pembuatan, harga alat, bahkan harga sewa truk tidak tersedia secara lengkap.

Truk merk Mercedes Benz 2631 mempunyai tenaga motor sekitar 200 HP dan terdiri dari 2 buah gandengan, sedang truk merk Volvo 380 bertenaga motor sekitar 400 HP dan terdiri dari 5 buah gandengan. Ukuran masing-masing gandengan truk Mercedes Benz 2631 adalah lebar 280 m dan tinggi 210 m, sedang ukuran masing-masing gandengan truk Volvo 380 adalah lebar 220 m dan tinggi 230 m.

Kapasitas truk merk Mercedes Benz 2631 sebesar 20 ton/rit sedang truk merk Volvo 380 berkapasitas 40 ton/rit. Berdasarkan pengamatan di lapangan, jumlah kayu yang dapat diangkut truk Mercedes Benz 2631 (2 gandengan) sebesar 240-300 batang kayu, sedang truk Volvo 380 (5 gandengan) sebesar 480-600 batang kayu. Sementara itu, truk merk Mitsubishi PS120/135 berkapasitas 10 ton/rit sedang truk merk Mitsubishi PS260 dan Hino PS260 berkapasitas 30 ton/rit.

Jenis-Jenis Kayu Yang Biasa di Pakai Furniture

1. Kayu jati

jenis kayu
gambar kayu jati, sumber : courtina.id

Bagi sebagian besar masyarakat pasti mengakui kualitas dari jenis kayu ini. Kayu jati memang banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar furniture. Kayu jati bahkan merupakan salah satu jenis kayu premium yang berasal dari Asia Tenggara. Jenis kayu jati sudah banyak diakui oleh banyak negara karena kualitasnya.

Jenis kayu ini memiliki lapisan minyak yang tahan terhadap air dan tampak cerah. Kayu jati juga tahan dalam waktu yang lama serta tidak mudah lapuk dan anti rayap. Warna dari kayu jati sendiri menarik karena warnanya yang cokelat kemerahan. Memiliki tekstur serat yang tebal sehingga tahan dengan benturan. Kayu jati sangat cocok untuk furniture dan podium minimalis.

2. Kayu mahoni

Jenis kayu yang cocok untuk furniture selain kayu jati adalah kayu mahoni. Kayu mahoni mudah diolah menjadi furniture karena memiliki serat kayu yang halus dan biasa digunkan jasa interior magelang. Jika masih berbentuk kayu, harga jual kayu mahoni lebih murah ketimbang kayu jati. Namun setelah berbentuk furniture, harganya bisa melambung tinggi.

jenis kayu
ilustrasi furniture kayu, sumber : 4muda.id

3. Kayu nyatoh

Jenis kayu nyatoh adalah jenis kayu yang memiliki serat kayu yang indah. Selain itu seratnya juga licin dan memiliki tekstur yang halus. Sekilas karakter kayu nyatoh mirip dengan kayu jati karena berwarna merah kecoklatan. Jenis kayu ini cocok untuk dijadikan furniture karena tahan dari serangan rayap dan serangga lainnya.

4. Kayu pinus

Kayu pinus yang sering kamu jumpai di beberapa tempat juga termasuk dalam jenis kayu yang cocok untuk furniture. Selain di alam ketersediaan kayu pinus ini banyak, harganya pun terbilang lebih murah dari kayu jati dan mahoni. Kayu pinus yang telah dijadikan furniture memiliki kesan yang minimalis.

Yang membuat daya tarik dari kayu pinus ini adalah memiliki warna kayu yang cerah dan halus. Teksturnya yang lunak membuatnya mudah untuk dijadikan furniture.

gambar : kayu di alam terbuka, sumber : wikipedia.org

Itulah informasi yang bisa kami sampaikan, semoga bisa menjadi pengetahuan yang baru untuk anda berkenaan dengan kendaran pengangkut kayu dan jenis-jenis kayu yang dipakai untuk furniture rumahan. Semoga bermanfaat dan terimakasih.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.