Saat mudik menggunakan kendaraan sendiri untuk bersilaturahim bersama sanak keluarga di kampung halaman, fisik yang prima merupakan tuntutan. Hal itu terlebih jika perjalanan dilakukan bersamaan dengan puasa.
Stamina bisa terganggu lantaran sedang kurang baik. Nah, ritual wajib untuk menempuh rute “back to kampong” tak cukup dengan mempersiapkan kendaraan. Asupan gizi penting dilakukan agar tubuh tetap segar dan aktivitas berkendara tidak terganggu.
4 sehat 5 sempurna Kalau Anda berniat jalan sesudah buka puasa atau sahur, asupan makanan jangan terlalu banyak. Khususnya buat pengemudi karena bila terlalu kenyang, maka kita bisa mengantuk. Untuk makanan, sebaiknya pilih berdasarkan menu 4 sehat 5 sempurna. Misalnya, makanan praktis nasi goreng, bubur, atau nasi uduk boleh dikonsumsi (untuk makan malam).
Namun, karena banyak mengandung karbohidrat, mengonsumsinya jangan berlebihan. Suplemen Pengemudi perlu suplai minuman isotonik, vitamin atau produk british propolis yang bisa ditemukan di setiap distributor propolis di seluruh Indonesia Isotonik mengandung gula, kalium, dan natrium.
Kandungan kalium mempunyai fungsi penjaga keseimbangan cairan yang berguna mencegah dehidrasi. Adapun gula menambah kalori yang dibutuhkan tubuh sebagai bahan bakar.
Jenis pakaian yang dikenakan berpengaruh terhadap kenyamanan mengemudi. Mungkin pengemudi lebih senang bersandal lantaran lebih praktis. Namun, ini jelas sangat berbahaya. Sebaiknya gunakan sepatu. Untuk pakaian, jangan terlalu ketat atau bahannya memberatkan tubuh. Itulah SOP yang jelas menjadi sangat penting untuk diterapkan khususnya pada para driver jasa sewa mobil seperti pada sewa mobil Padang.
Andry Berlianto dari Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) menyarankan, jika perjalanan siang, maka kenakan pakaian yang bisa menyerap keringat. Jangan juga mengenakan pakaian yang bisa menyerap panas matahari (pakaian warna hitam).
Baca Juga : Jenis-Jenis Kendaraan Pengangkat Kayu
Bila perjalanan memakan waktu lama, setiap 2 sampai 3 jam sekali, pengemudi harus istirahat dan merenggangkan otot-otot. “Kalau sudah mengemudi 2 jam, istirahat 15 menit,” ungkap Andry. Langkah itu perlu dilakukan untuk memberi waktu istirahat buat otak. “Kalau sudah istirahat dan menyetir lagi dengan waktu yang sama, istirahatnya tidak lagi 15 menit, tapi 30 menit,” pinta Andry.
Yang terpenting, katanya, sebelum memulai perjalanan, calon pengemudi harus tidur sedikitnya 6 jam. Dan sebelum berangkat, tidak ada aktivitas lagi. Jadi, bangun, mandi, dan langsung berangkat. Nah berikut adalah tips vitalitas saat mengemudi :
1. Istirahat yang cukup dengan pola tidur 6-8 jam

Berkendara jarak jauh memerlukan kondisi tubuh yang fit agar tidak mudah lelah. Kurangnya istirahat dapat mempengaruhi konsentrasi pengemudi saat berkendara sehingga dapat membahayakan pengemudi dan penumpang.
Faktor kesiapan fisik juga merupakan salah satu penyumbang penyebab kecelakaan dan mungkin terjadi di malam ini. Pada malam hari, tantangan berkendara tidak hanya faktor kelelahan, namun juga kantuk. Mengantuk dapat menyebabkan microsleep.
“Microsleep adalah keadaan yang paling sering terjadi saat berkendara jarak jauh, Microsleep atau tidur mikro merupakan suatu kondisi di mana tubuh mengalami fase tidur namun dalam jangka pendek yaitu 30 detik. Microsleep menjadi salah satu penyebab seringnya kecelakaan mobil terjadi,”
2. Perhatikan asupan makanan saat berkendara

Selain tidur yang cukup, asupan makanan untuk pengemudi juga harus diperhatikan. Persiapkan cemilan seperti buah, sayuran, atau jus itu jauh lebih baik ketimbang makan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dan gas seperti nasi putih, pasta, sereal, dan roti.
Sebaiknya pengemudi juga mengonsumsi makanan yang kaya serat seperti makanan yang mengandung kacang-kacangan, gandum, serta susu agar tidak menimbulkan kantuk.
Baca Juga : Wuling Confero, Penantang Baru Pasar MPV Indonesia
“Karena makanan berkarbohidrat itu mengandung gula tinggi, secara tidak langsung gula membuat kita rileks jadi buat kita ngantuk dan cepat lelah. Boleh makan nasi tapi tidak banyak porsinya. Gak boleh lebih dari seribu kalori,” terangnya.
3. Cegah dehidrasi dengan minum air putih

Siapkan air putih selama perjalanan agar tidak terjadi dehidrasi saat berkendara. Pengemudi yang cukup terhidrasi dikatakan dokter Daniel akan lebih fokus dan lebih mahir dalam berkendara.
Selain itu, penting untuk membatasi minum minuman berkafein seperti kopi, soda dan teh juga minuman dengan kadar gula tinggi seperti minuman kemasan serta hindari minuman berenergi.
“Minuman berenergi itu hanya permainan sugesti. Kalau misal banyak yang bilang minuman ini bikin segar, padahal cuma kafein aja, tapi dicoba jarak jauh hanya beberapa saat aja tidak sampai lama abis itu ngantuk lagi. Cukup minum air putih aja,” paparnya.
4. Tentukan waktu berkendara dengan tepat
Waktu berkendara dapat mempengaruhi tingkat kelelahan pengemudi, oleh sebab itu pengemudi perlu memilih waktu berkendara yang tepat.
Ketika berkendara pada pagi hari, terkadang kita berada di posisi melawan sinar matahari dan sinar tersebut juga dapat mempercepat tingkat kelelahan kala berkendara. Namun berkendara saat malam hari juga memiliki dampak pada kelelahan fisik, seperti akibat efek pencahayaan dari lampu jalanan ataupun lampu mobil.
“Nyetir pagi jauh lebih baik daripada malam hari. Saat mengemudi pagi hari gunakan kacamata anti UV. Nyetir malam harus lebih konsen karena lebih lelah,” jelasnya.
5. Kenyamanan posisi duduk dapat meminimalisir tingkat kelelahan
Posisi duduk yang nyaman saat berkendara adalah salah satu yang menjadi perhatian untuk mimimalisir tingkat kelelahan. Posisi duduk yang paling dikerekomendasikan yaitu posisi duduk yang baik adalah posisi tegak 90 derajat.
Apabila posisi duduk terlalu landai ke belakang, tubuh pada bagian bagian leher dan bahu akan mengalami tekanan beban, karena area tersebut akan melayang akibat tidak tertopang oleh headrest.
“Tips mengurangi kelelahan saat berkendara adalah ganjal leher dengan bantal leher atau handuk kecil, posisi lutut di bawah pinggang, posisikan kaki agar dapat mencapai pedal gas yang baik,” jelas Daniel.
6. Regangkan otot-otot
Dalam melakukan perjalanan jauh, sebaiknya luangkan waktu untuk merenggangkan otot-otot terutama di bagian kaki, guna menghindari Deep Vein Thrombosis (DVT) yaitu penggumpalan darah pada kaki yang disebabkan terlalu lama duduk.
Lakukan kegiatan peregangan otot sederhana di mobil, seperti membalikkan badan ke kanan dan ke kiri, mengangkat kaki lalu memutar tumit dan menundukkan kepala ke bawah dan ke atas. Beberapa kegiatan tersebut dapat membantu untuk memulihkan otot yang renggang akibat terlalu lama berkendara.
“Setiap nyetir lebih dari 3 jam harus regangkan otot karena dalam kurun waktu itu otot sudah mulai lelah. Peregangan 5-10 menit,” ungkapnya.