Mengenai Biofuel, Bahan Bakar yang Berasal dari Minyak Nabati

Dalam kehidupan yang semakin hari semakin berkembang dengan teknologi dan dunia otomotif yang begitu tinggi, membuat hampir seluruh masyarakat membutuhkan bahan bakar untuk menghidupkan kendaraanya. Persediaan bahan bakar yang semakin berkurang karena penggunaannya yang sangat dibutuhkan seluruh dunia membuat banyak ilmuwan yang mencari cara menciptakan bahan bakar baru.

Bahan bakar baru yang dimaksud adalah penggunaan minyak nabati yang diubah menjadi bahan bakar, sehingga diharapkan secara perlahan dapat menggantikan kegunaan minyak bumi yang makin hari makin terkuras. Terciptanya jenis minyak baru ini ternyata memiliki banyak keunggulan dibanding dengan minyak alam, salah satunya adalah lebih dapat meminimalisir atau mengurangi pencemaran udara.

Berbicara mengenai bahan bakar tentu memiliki penjelasan yang sangat luas sekali. Maka dalam pembahasan kali ini kita akan terfokus menjelaskan tentang bahan bakar Biofuel yang berasal dari minyak nabati. Untuk penjelasan lebih jauh tentang biofuel, berikut kami berikan ulasannya:

Apa itu Biofuel?

Biofuel merupakan bahan bakar yang mengandung energy dan komponen yang diperoleh dari tanaman atau biomassa (tumbuhan dan hewan). Bahan bakar hayati ini juga bisa diubah dalam bentuk padatan, cair, maupun gas sesuai dengan kegunaannya pada suatu alat.

Bio Fuel, Sumber: Pinterest/@freepik.com

Karena diproduksinya diperoleh dari tanaman, maka dengan kata lain limbah industri, komersial, domestik, atau pertanian dapat digunakan untuk membuat bahan bakar ini. Secara umum bahan bakar ini sendiri dapat dibuat dengan 4 cara yaitu sebagai berikut:

1. Menggunakan Limbah Organic Kering

Limbah organic kering yang dimaksud adalah buangan limbah rumah tangga, pembuangan limbah industri, dan pembuangan limbah pertanian. Tentu semua hal tersebut hanya menggunakan limbahnya saja tanpa harus mengurangi hasil pertanian masyarakat sekitarnya.

2. Menggunakan Fermentasi Tebu Atau Jagung

Cara selanjutnya adalah membuat biofuel dari fermentasi tebu atau jagung. Dari fermentasi tersebut akan menghasilkan dua jenis cairan yaitu alkohol dan aster. Mungkin dari anda banyak yang belum mengetahui apa itu ester, oleh karena itu kami jelaskan sedikit aster adalah cairan yang dihasilkan antara asam karbonat dan alkohol dan kemudian bereaksi menjadi cairan tersebut.

3. Menggunakan Fermentasi Limbah Basah

Cara selanjutnya adalah pemanfaatan limbah basah seperti kotoran hewan tanpa oksigen sehingga akan menghasilkan biogas yang dapat dijadikan bahan bakar pengganti minyak bumi. Dari hasil fermentasi limbah ini sendiri juga biogas yang dihasilkan mengandung 60 persen gas metana.

Bio Fuel, Sumber: Pinterest/@azocleantech.com

4. Menggunakan Energy Dari Hutan

Cara terakhir adalah pemanfaatan kayu dari tanaman yang cepat tumbuh. Tanaman tanaman tersebut dapat diambil langsung dari hutan atau dibudidayakan terlebih dahulu. Setelah dilakukan fermentasi, maka akan menghasilkan 2 cairan yang berbeda pula yaitu alkohol dan aster.

Jenis – Jenis Biofuel

Sebagai bahan bakar yang menggunakan minyak nabati dalam pembuatannya, ternyata biofuel termasuk dalam bahan bakar yang ramah lingkungan. Dalam proses pembuatannya sendiri, biofuel dibagi menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut:

1. Bioetanol

Bioetanol adalah alkohol yang dihasilkan dari tumbuh tumbuhan seperti gandum, tebu, jagung, singkong, ubi, buah buahan, hingga limbah sayuran. Untuk mendapatkan bahan bakar jenis ini harus melalui proses fermentasi yang lumayan panjang dan dengan prosedur prosedur yang rumit tentunya.

Bioethanol sendiri ternyata dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak yang tentu harus melalui proses pencampuran terlebih dahulu agar bisa digunakan. Untuk campurannya sendiri yaitu dengan menambahkan kandungan bensin sebanyak 10% kedalamnya tentu syarat ini digunakan agar kendaraan dapat beroperasi normal.

2. Biodiesel

Biodiesel adalah bahan bakar yang dihasilkan dari minyak kedelai, minyak buah jarak, minyak rapeseed, hingga minyak bunga matahari. Hal ini adalah bahan bahan yang digunakan di Indonesia. Berbeda lagi dengan di negara jepang dan di hawai, bahan biodiesel yang dihasilkan terbuat dari minyak goreng bekas dari restoran atau tempat lainnya.

Dalam kehidupan sehari hari bahan bakar ini digunakan sebagai pengganti solar dan kebanyakan untuk transportasi hanya digunakan 10% dalam penggunaannya sedangkan untuk pembangkit listrik menggunakan bahan bakar ini hingga 50%.

3. Biogas

Hampir sama dengan proses pembuatan pupuk bioneensis ternyata biogas juga dihasilkan dari fermentasi sampah tumbuhan atau bahkan kotoran manusia dan hewan. Setelah dilakukan fermentasi, maka sampah sampah tersebut akan mengeluarkan gas yang nantinya gas gas tersebut diambil dan diproses menjadi Biogas.

Bio Fuel, Sumber: Pinterest/@allposters.com

Penggunaan biogas sendiri sangat ramah lingkungan bahkan jauh lebih bersih dibandingkan dengan batu bara. Dan dalam sehari hari biasanya bahan bakar ini digunakan untuk menyalakan listrik atau kompor.

Manfaat Biofuel

Karena biofuel merupakan salah satu sumber energy terbarukan, maka pastilah banyak manfaat yang akan didapat jika digunakan dalam kehidupan sehari hari. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:

  1. Mengurangi ketergantungan negara pada bahan bakar import.
  2. Dapat memperpanjang usia mesin kendaraan anda.
  3. Mengurangi emisi polutan apalagi di negara padat penduduk seperti Indonesia.
  4. Meningkatkan ekonomi petani lokal.
  5. Menghasilkan bahan bakar yang bersih karena terbebas dari karbon dioksida.

Karena banyaknya manfaat yang didapat saat menggunakan bahan bakar biofuel, maka mulai sekarang mulailah menggunakan energy terbarukan ini ke khalayak umum. Jika perlu gunakanlah layanan iklan google yang pastinya dapat menjangkau siapapun yang menggunakan layanan internet.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.